|
ACE Bali mengadakan gathering sekaligus seminar masalah Beton dan Hemat Energi.
Untuk meningkatkan kemampuan anggota dan sumber daya manusia
di bidang engineering, Asosiasi Chief Engineering (ACE) Bali
mengadakan gathering dan seminar di Sanur Beach Hotel, sabtu, 28 agustus 2008.
Pengayaan pengetahuan dengan pengayaan materi yang akan diberikan adalah
tentang pemeliharaan dan perbaikan beton dan upaya hemat energi dalam rangka
efisiensi perusahaan.
Ketua ACE Bali Made Sumantra, selasa 24 Juni, di Sanur
mengatakan cuaca yang tidak bersahabat lagi, musim hujan yang panjang
mengakibatkan banyak hotel, villa dan bangunan perusahaan bermasalah. Hal
tersebut jelas berhubungan dengan kondisi pelayanan yang diberikan perusahaan
dan juga keselamatan karyawan dan tamu. Untuk itu masalah ini perlu digali dan
dicarikan satu pengetahuan baru untuk memecahkannya.
Untuk menambah pengetahuan pra engineer muda dan juga para
pemimpin mereka diberbagai perusahaan yang menjadi anggota ACE Bali,
Asosiasi mengundang para pakar beton untuk membedah masalah itu. Pakar beton
yang terkenal, Ir, Saban Siahaan dari PT. Sarindo Citra Jaya Pratama diundang
untuk membagi pengetahuan tentang pemeliharaan beton. Pakar beton ini telah
membantu banyak perusahaan, hotel dan villa yang ada di bali dalam menghadapi
masalah beton, seperti bocor, retak memanjang dan rapuh.
“Kini ada cara baru mengatasi permasalahan itu. Namun
sebelum menemui masalah yang berat, cara pencegahan dan pemeliharaanlah yang
terpenting dari bagi-bagi pengetahuan ini,” katanya.
Selain itu, untuk menciptakan efisiensi perusahaan
diperlukan juga upaya hemat energi. Sumantra menambahka, ACE Bali
menggandeng perusahaan besar dari Jakarta
untuk menjelaskan beberapa produk yang dapat menghemat energi dan efisiensi
listrik yang makin mahal. Dalam seminar juga dibicarakan cara penghematan
listrik yang sangat invatif. Misalnya bagaimana memanfaatkan panas AC untuk
pemanas dengan menggunakan Solarcell dan listrik.
Hemat Energi dengan
Memanfaatkan Panas AC
Berbagai tekanan pembiayaan yang lahir dari kenaikan harga
bahan bakar minyak (BBM) meski disikapi dengan serius, dengan melakukan
berbagai penghematan energi yang berimplikasi kepada pendanaan yang terus
membengkak. Kondisi ini disikapi kreatif dan inovatif oleh para engineer yang
tergabung dalam ACE Bali dengan membuat kegiatan
gathering dan seminar tentang hemat energi pada tanggal 28 juni 2008. Seminar
ini dalam rangka mencari solusi energi dengan teknologi sederhana yang murah
dan ramah lingkungan.
Inovasi yang sangat luar biasa adalah dengan memanfaatkan
panas AC yang selama ini tidak dimanfaatkan. Materi makalah yang disampaika
langsung ketua ACE Bali, Made Sumantra, dengan luga
memaparkan bagaimana penghematan bisa tercipta dengan memanfaatkan teknologi
sederhana, namun memberi manfaat yang luar biasa.
Penghematan terletak pada sistem blowiler air panas yang
dialirkan ke kamar-kamar hotel. Selama ini, mesin yang menggunakan bahan bakar
solar untuk menghidupkan sistem tersebut, kini semakin mahal seiring dengan
menigkatnya harga BBM, terutama solar yang mencapai angka Rp. 12,000/liter.
Jika dalam satu bulan pemakaian rata-rata adalah 30 ton, maka diperlukan Rp.
360juta/bulan untuk menghidupkan mesin itu.
Dengan memanfaatkan panas AC, menggunakan mesin penagkap
panas yang sederhana yang bernama hearexchanger, perpindahan panas air dapat
langsung dialirkan ke kamar, hingga dapat menurunkan kerja blowiler selama ini.
“Penghematannya samapai 75%, dari penggunaan solar,” tegasnya. Dengan menambah
data, jika Rp. 360jt/bulan, dihemat 75%, berarti sekitar Rp. 270juta/bulan
dapat dihemat.
Dalam acara tersebut juga ditandatangani nota kesepakatan
(MoU) antara ACE Bali dan Politeknik Negeri Bali tentang
kerjasama dibidang pelatihan guna meningkatkan SDM engineer di Bali khususnya
dibidang perhotelan. Beberapa pelatihan ditawarkan antara lain bidang tata
usaha, refrigerasi, elektro dan bahasa inggris.
|